Cianjur — Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat akan menggelar Webinar Sosialisasi Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) bagi kepala sekolah dan guru .
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman satuan pendidikan terhadap pelaksanaan Survei Lingkungan Belajar Tahun 2026.
Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat, Komalasari, dalam surat pemberitahuannya menyampaikan kegiatan tersebut ditujukan kepada unsur Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, kepala sekolah, guru, serta operator satuan pendidikan di seluruh Jawa Barat.
Webinar berlangsung secara daring mulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB melalui platform Zoom dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BBPMP Jawa Barat.
“ Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kebijakan, mekanisme pendataan, serta pengelolaan Survei Lingkungan Belajar,” paparnya.
Survei Lingkungan Belajar kata dia, merupakan instrumen penting dalam mendukung pelaksanaan evaluasi sistem pendidikan nasional. “ Melalui survei ini, pemerintah dapat memetakan berbagai aspek yang memengaruhi proses pembelajaran, termasuk iklim sekolah, kualitas layanan pendidikan, serta dukungan terhadap peserta didik dan tenaga pendidik,” paparnya.
Dalam agenda webinar, peserta akan mendapatkan paparan mengenai kebijakan Survei Lingkungan Belajar dari Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik).
Selain itu, Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) akan menyampaikan materi terkait teknis pendataan dan pengelolaan Sulingjar di Jawa Barat.
BBPMP Jawa Barat berharap seluruh peserta yang menjadi sasaran kegiatan dapat mengikuti webinar secara aktif sehingga pelaksanaan Survei Lingkungan Belajar Tahun 2026 dapat berjalan optimal dan menghasilkan data yang akurat untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Jawa Barat.
“ Melalui sosialisasi ini, pemerintah daerah dan satuan pendidikan diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya Sulingjar sebagai salah satu instrumen penguatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan,” imbuhnya.(**)



Tinggalkan Balasan