Cianjur– Suasana khidmat menyelimuti prosesi peluncuran logo dan maskot Gema Tunas V SKB & PKBM Jawa Barat 2026 yang digelar di aula Disdikpora Kabupaten Cianjur Selasa 21 April 2026.
Acara ini menjadi penanda awal dimulainya rangkaian kegiatan besar pendidikan nonformal Gema Tunas atau Pramuka yang melibatkan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Jawa Barat.
Ketua DPD FK PKBM Kabupaten Cianjur, Deni Abdul Kholik menyampaikan peluncuran ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah awal menuju perhelatan besar yang sarat makna.
“ Gema Tunas V diharapkan menjadi ruang aktualisasi bagi warga belajar untuk menunjukkan potensi, kreativitas, dan semangat juang dalam menempuh pendidikan non formal,” katanya didampingi Ketua Panitia Gema Tunas yang baru dilantik, H Budi Mulyadi.
Filosofi logo dan maskot yang diperkenalkan, kata Deni, mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal sekaligus semangat global. Maskot Ayam Pelung, ikon khas Cianjur, dihadirkan sebagai simbol keberanian, kewibawaan, dan semangat juara.
Karakter ayam pelung yang memiliki kokok panjang dimaknai sebagai representasi visi panjang warga belajar dalam menuntut ilmu tanpa batas usia.
Sementara itu, elemen visual lain seperti tenda dan api unggun melambangkan kemandirian serta kebersamaan, dua nilai penting dalam proses pembelajaran.
Latar alam pegunungan menggambarkan keteguhan hati sekaligus keindahan Bumi Pasundan yang menjadi ruang tumbuhnya semangat belajar.
Tak ketinggalan, simbol padi dan tunas kelapa turut dihadirkan sebagai perlambang kesejahteraan dan harapan.
Bahwa setiap insan, termasuk warga belajar PKBM dan SKB, adalah “tunas” yang siap tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
Prosesi peluncuran mencapai puncaknya saat Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur , Ruhli Solehudin secara resmi membuka tirai logo dan maskot, ditandai dengan pengguntingan pita.
Dalam suasana yang hening dan penuh harap, ucapan “Bismillahirrahmanirrahim” mengiringi momen tersebut, disambut tepuk tangan para hadirin.
Sejak saat itu, logo dan maskot Gema Tunas V resmi digunakan sebagai identitas kegiatan, sekaligus menjadi simbol pemersatu seluruh peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Kadisdikpora Cianjur, Ruhli Solehudin memaparkan, peluncuran ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi penyelenggaraan Gema Tunas V pada 2026 mendatang.
“ Dengan semangat kolaborasi dan nilai-nilai yang terkandung dalam logo serta maskotnya, kegiatan ini diyakini mampu memperkuat peran pendidikan nonformal dalam mencetak generasi yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” paparnya.
Doa pun dipanjatkan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Harapan besar disematkan agar Gema Tunas V tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum kebangkitan semangat belajar sepanjang hayat bagi masyarakat Jawa Barat.
Sementara itu, pada peluncuran maskot ini dihadiri Ketua FK PKBM Provinsi Jawa Barat, Heru Saleh dan jajaran, perwakilan dari Kwarcab, Ketua IPI, pengurus FK PKBM Cianjur dari mulai dewan penasihat, korwil, korcam dan panitia Gema Tunas yang baru dilantik. (**)



Tinggalkan Balasan