CIANJUR – Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kabupaten Cianjur menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kabupaten Cianjur di Aula Dinas Pendidikan, Rabu (17/6/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola lembaga pendidikan nonformal sekaligus mempersiapkan berbagai agenda strategis, termasuk pelaksanaan Gema Tunas PKBM Tingkat Jawa Barat.

Dalam arahannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin M,Si menegaskan pentingnya sinergi seluruh pengelola PKBM dalam menyukseskan program-program pendidikan nonformal yang tengah berjalan. Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah dukungan penuh terhadap pelaksanaan Gema Tunas PKBM Jawa Barat yang akan datang.
Selain itu, seluruh PKBM diharapkan terus melakukan pembenahan administrasi lembaga sesuai dengan delapan Standar Nasional Pendidikan. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memastikan setiap lembaga memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Administrasi yang tertib menjadi fondasi penting dalam pengelolaan lembaga pendidikan. Karena itu, setiap PKBM perlu terus meningkatkan kualitas tata kelola dan kerapihan dokumen administrasinya,” demikian salah satu poin yang mengemuka dalam rapat tersebut.
Rapat juga menyoroti penyelesaian laporan realisasi penggunaan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Tahap I sebagai syarat kelancaran pencairan dana tahap berikutnya. Seluruh lembaga diminta segera menuntaskan laporan pertanggungjawaban agar proses penyaluran tidak mengalami kendala.

Di bidang publikasi, FK PKBM dan Dinas Pendidikan mendorong setiap PKBM memiliki media sosial yang aktif sebagai sarana informasi dan promosi kegiatan lembaga. Setiap PKBM diharapkan secara rutin mengunggah aktivitas pembelajaran maupun program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan. “Langkah ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan informasi serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan nonformal,” paparnya.
Tak hanya itu, inovasi menjadi salah satu tema utama dalam rapat koordinasi tersebut. Setiap koordinator wilayah (korwil) diminta menghasilkan minimal satu inovasi di bidang pendidikan nonformal. Dengan adanya 10 korwil FK PKBM Kabupaten Cianjur, diharapkan lahir sedikitnya 10 inovasi yang dapat menjadi model pengembangan pendidikan masyarakat di berbagai wilayah.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat (Dikmas), Elis Sucianti mengingatkan seluruh lembaga untuk segera menyelesaikan sejumlah pekerjaan administrasi yang masih tertunda. Di antaranya penutupan Buku Kas Umum (BKU), penetapan kelulusan peserta didik Paket A, Paket B, dan Paket C beserta kelengkapan Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM), pendataan murid berdasarkan usia, serta pendaftaran inovasi dari masing-masing PKBM.
Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta menyampaikan berbagai masukan terkait peningkatan kinerja lembaga. Salah satunya usulan penerapan sistem penghargaan dan evaluasi kinerja terhadap tugas yang diberikan kepada PKBM. Selain itu, dibahas pula program bantuan pendidikan seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga belajar.

Penasehat FK PKBM Kabupaten Cianjur, Wandi Ubadillah dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya kehadiran dan dukungan pemerintah daerah terhadap perkembangan pendidikan nonformal. Menurutnya, keberadaan Dinas Pendidikan menjadi motivasi sekaligus penguat bagi para pengelola PKBM dalam menjalankan tugas pelayanan pendidikan kepada masyarakat.
Ia juga mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru yang dapat memperkuat eksistensi PKBM, salah satunya melalui penerbitan media informasi seperti Buletin PKBM sebagai wadah berbagi informasi, praktik baik, dan capaian lembaga.

Menutup pertemuan, seluruh peserta sepakat untuk meningkatkan koordinasi secara berkala. Rapat rutin minimal satu kali dalam sebulan dinilai penting guna memperkuat komunikasi, mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di lapangan, serta memastikan program pendidikan nonformal di Kabupaten Cianjur berjalan lebih efektif dan berkualitas.
“ Dengan semangat kolaborasi dan inovasi yang terus diperkuat, FK PKBM Kabupaten Cianjur optimistis mampu meningkatkan mutu layanan pendidikan nonformal sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mencerdaskan masyarakat dan memperluas akses pendidikan bagi seluruh warga belajar,” tambah Ketua FK PKBM Cianjur, Deni Abdul Kholik. (**)



Tinggalkan Balasan