CIANJUR — Upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan nonformal terus dilakukan pemerintah. Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur menggelar Workshop Pendidikan Nonformal Tahun 2026 yang diikuti oleh seluruh satuan pendidikan penerima Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di Kabupaten Cianjur.
Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai tindak lanjut surat Direktorat PNFI Nomor 1220/B/D5/DM.00.02/2026 dan diteruskan melalui surat Disdikpora Kabupaten Cianjur Nomor 900/1473/Disdikpora/VIII/2026 tertanggal 21 Agustus 2026.
Workshop berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB, bertempat di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Pertanian (BBPPMPV Pertanian), Jalan Raya Jangari KM 14, Desa Sukajadi, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap para kepala PKBM dan pengelola satuan pendidikan nonformal dapat memperkuat tata kelola lembaga, meningkatkan akuntabilitas pemanfaatan dana BOSP, serta menghadirkan layanan pendidikan yang semakin bermutu dan berdampak bagi masyarakat.
Workshop tersebut memiliki arti strategis karena dihadiri langsung oleh Direktur Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal, I Gusti Made Ardana.
Kehadiran pimpinan nasional di bidang pendidikan nonformal diharapkan menjadi momentum untuk menyamakan persepsi mengenai arah kebijakan, penguatan kelembagaan, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan kesetaraan di daerah.
Disdikpora Kabupaten Cianjur juga mengimbau seluruh kepala PKBM yang diundang agar hadir tepat waktu dan mengikuti kegiatan secara penuh. Mengingat pentingnya materi yang akan disampaikan, peserta diminta hadir secara langsung dan tidak diwakilkan.
“ Melalui workshop ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh penyelenggara pendidikan nonformal semakin kuat sehingga mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan kesetaraan sekaligus memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat Kabupaten Cianjur,” kata Kabid Paudni Disdikpora Cianjur, Jajang Sutisna. (**)



Tinggalkan Balasan