CIANJUR — Upaya meningkatkan mutu tata kelola pendidikan di Kabupaten Cianjur terus diperkuat. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur resmi menetapkan Gugus Belajar Implementasi BOSP Kinerja Terbaik Tahun 2026 melalui Surat Keputusan Kepala Dinas.
Pembentukan gugus belajar ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mempercepat peningkatan kualitas pengelolaan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).
Melalui kolaborasi antarsatuan pendidikan, sekolah dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ditunjuk diharapkan mampu menjadi ruang belajar bersama dalam menerapkan tata kelola dana BOSP yang transparan, akuntabel, dan berdampak terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan.
Dalam keputusan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Disdikpora Cianjur, Ruhli Solehudin menerangkan, setiap gugus belajar memiliki peran sebagai pusat berbagi pengalaman, praktik baik, serta pendampingan kepada satuan pendidikan lainnya.
Berbagai kegiatan akan dilaksanakan, mulai dari bimbingan teknis pengelolaan BOSP, peningkatan literasi dan numerasi, digitalisasi pembelajaran, hingga penguatan tata kelola kelembagaan sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Menariknya, sejumlah PKBM di Kabupaten Cianjur turut dipercaya menjadi bagian dari gugus belajar tersebut. Keterlibatan lembaga pendidikan nonformal ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah formal, tetapi juga melibatkan pendidikan kesetaraan yang selama ini berperan melayani masyarakat.
Beberapa PKBM yang tercantum dalam daftar antara lain PKBM Nurul Fata di Kecamatan Karangtengah yang melaksanakan kegiatan bimbingan teknis literasi dan numerasi, serta PKBM Asri Paradista yang mendapat mandat melaksanakan bimbingan teknis penguatan tata kelola lembaga.
Melalui kebijakan ini, Disdikpora Kabupaten Cianjur berharap terbangun budaya saling belajar antarsatuan pendidikan. “ Pengalaman yang berhasil diterapkan oleh satuan pendidikan terbaik dapat direplikasi sehingga kualitas pengelolaan BOSP semakin merata di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur,” paparnya.
Menurutnya, pembentukan gugus belajar juga menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memastikan pemanfaatan dana BOSP tidak hanya memenuhi aspek administrasi, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, pelayanan pendidikan, dan penguatan kapasitas pengelola satuan pendidikan.
“ Dengan adanya kolaborasi tersebut, diharapkan ekosistem pendidikan di Kabupaten Cianjur semakin adaptif, profesional, dan mampu menghadirkan layanan pendidikan yang lebih berkualitas bagi masyarakat,” paparnya. (**)



Tinggalkan Balasan