Cianjur – Persiapan penyelenggaraan Gema Tunas V PKBM Jawa Barat 2026 memasuki tahap yang semakin intensif. Jajarang pengurus DPW FK PKBM Jawa Barat dan DPD FK PKBM Cinjur , panitia Gema Tunas Tingkat Jawa Barat, serta sejumlah pemangku kepentingan melaksanakan rapat koordinasi di aula Sarongge Valley Pacet Cianjur Kamis 1 Juli 2026.
Rapat ini menjadia momentum untuk memastikan seluruh aspek penyelenggaraan berjalan optimal, mulai dari kesiapan teknis, koordinasi lintas lembaga, hingga survei lapangan di lokasi perkemahan.
Ketua Forum PKBM Kabupaten Cianjur, Deni Abdul Kholik yang juga penanggung jawab Gema Tunas SKB dan PKBM Tingkat Jawa Barat menyampaikan panitia lokal telah resmi dibentuk melalui surat keputusan (SK) DPW FK PKBM Provinsi Jawa Barat dan seluruh bidang kepanitiaan telah mulai bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing.
“Seluruh panitia sudah bergerak sesuai tupoksi sehingga setiap bidang dapat fokus mempersiapkan kebutuhan kegiatan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, panitia telah melakukan audiensi dengan Bupati Cianjur. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Gema Tunas V.
Bahkan, Bupati memberikan surat rekomendasi yang akan digunakan panitia untuk memperkuat koordinasi dengan berbagai perangkat daerah dan instansi terkait.
Tak hanya itu, Bupati juga memberikan sejumlah masukan agar kegiatan memiliki dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Salah satunya dengan menghadirkan testimoni lulusan PKBM yang telah berhasil di dunia kerja maupun dunia usaha dan industri (DU/DI).
Selain itu, panitia diminta menyediakan stan khusus penerimaan peserta didik baru sehingga masyarakat sekitar dapat langsung memperoleh informasi dan mendaftar ke PKBM.

Usai rapat koordinasi, seluruh peserta dijadwalkan melakukan survei ke lokasi perkemahan guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang akan digunakan selama kegiatan berlangsung.
Perwakilan Ikatan Penilik Indonesia (IPI), Bapak Arsyi turut mengingatkan pentingnya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta dan tamu undangan. Ketersediaan air bersih di lokasi perkemahan menjadi salah satu perhatian utama yang harus dipastikan sejak awal.
“ IPI juga mendukung rencana pembukaan stan layanan penerimaan peserta didik baru sebagai bagian dari upaya memperkenalkan pendidikan nonformal kepada masyarakat sekaligus memperluas akses layanan Pendidikan,” paparnya.

Sementara itu, Ketua DPW Forum Komunikasi PKBM Jawa Barat, Heru Saleh, menyampaikan pelaksanaan Gema Tunas V diproyeksikan menjadi kegiatan berskala nasional.
Berdasarkan informasi dari Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI), kegiatan tersebut direncanakan akan dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atau perwakilan kementerian.
Jika agenda tersebut terealisasi, Gema Tunas V akan menjadi ajang strategis bagi penguatan pendidikan nonformal di Indonesia.
“ Hingga saat ini, sekitar 15 provinsi telah menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam kegiatan tersebut melalui DPW Forum Komunikasi PKBM masing-masing,” paparnya.
Melihat besarnya skala kegiatan, DPW Jawa Barat mengusulkan adanya agenda ramah tamah khusus bersama Bupati Cianjur sebagai bentuk penghormatan kepada tamu dari berbagai daerah.

Dalam waktu dekat, Direktorat PNFI juga dijadwalkan berkunjung ke DPW FK PKBM Jawa Barat untuk menyampaikan keputusan dan perkembangan terbaru terkait pelaksanaan kegiatan.
Selain peserta dari berbagai provinsi, DPW Jawa Barat berencana menghadirkan berbagai organisasi mitra yang berada di bawah ruang lingkup PNFI. Oleh karena itu, panitia diminta menyiapkan ruang atau area khusus bagi organisasi-organisasi tersebut pada saat pembukaan acara.
Rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan para pemangku kebijakan dan satuan pendidikan guna membahas penguatan pendidikan nonformal.

Untuk memberikan kesan baik kepada tamu dari luar Jawa Barat, DPW FK PKBM Jawa Barat akan membentuk kepanitiaan khusus yang bertugas menyambut tamu serta menyiapkan cendera mata sebagai bentuk apresiasi.
Heru juga mengajak seluruh panitia untuk meningkatkan semangat kerja, memperkuat kolaborasi, dan mempersiapkan setiap detail kegiatan secara maksimal agar Gema Tunas V dapat menjadi penyelenggaraan terbaik.
Dalam rapat tersebut, Panitia Gema Tunas dari Kabupaten Bandung Barat (KBB), tahun 2025 lalu, Ibu Sri turut berbagi pengalaman sebagai referensi bagi panitia Cianjur.

Mereka menekankan pentingnya membangun kerja sama tim yang solid, menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing, serta memperkuat kesiapsiagaan tim kesehatan mengingat lokasi perkemahan berada di kawasan dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrem.
Koordinasi keamanan dengan aparat kepolisian setempat juga dinilai menjadi faktor penting untuk menjamin kelancaran kegiatan. Seluruh peserta nantinya diwajibkan dalam kondisi sehat dan membawa surat keterangan sehat sebagai salah satu persyaratan mengikuti perkemahan.

Selain itu, kesiapan stan organisasi mitra PNFI, pengelolaan sampah, pengaturan penginapan panitia, hingga penataan area parkir bagi peserta dan tamu menjadi sejumlah aspek teknis yang harus dipersiapkan secara rinci.
Dengan semakin intensifnya koordinasi antara panitia lokal, DPW FK PKBM Jawa Barat, pemerintah daerah, dan berbagai mitra strategis, Gema Tunas V PKBM Jawa Barat 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perkemahan warga belajar, tetapi juga menjadi etalase keberhasilan pendidikan nonformal Indonesia sekaligus memperkuat kolaborasi antar-PKBM dari berbagai daerah di Tanah Air. (**)



Tinggalkan Balasan