PKBM dan SKB Cianjur Terus Didorong untuk Mencetak SDM Unggul dan Berdaya Saing

|

67 Views

 

CIANJUR – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat PKBM terus didorong jadi garda terdepan pendidikan nonformal di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Keberadaannya diharapkan bisa mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengapresiasi kiprah PKBM yang selama ini mewadahi masyarakat mendapatkan pendidikan. Apresiasi terutama kepada para kepala sekolah atau tutor yang telah mendidik masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih dan mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada bapak dan ibu yang telah memberikan pendidikan bagi masyarakat Cianjur,” kata Wahyu usai membuka bimbingan teknis penguatan tata kelola dan efektifitas penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan yang akuntabel kepada para pengelola Sanggar Kreasi Belajar (SKB) dan PKBM di Palace Hotel Cipanas.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari mulai 13-15 Februari 2026. Hadir seluruh pengelola SKB dan PKBM se-Kabupaten Cianjur. Wahyu meminta kepada pengelola PKBM agar terus berjuang mencetak SDM yang berdaya saing. Langkah itu sejalan dengan semangat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari sektor pendidikan.

“Saya ingin (peserta didik) jangan hanya sekadar mendapatkan sertifikat, tapi dampaknya harus nyata. Masyarakat yang sudah lulus dari PKBM, mereka bisa unggul dan berdaya saing. Jangan jadi beban masyarakat atau pengangguran,” tuturnya.

Dia berharap, PKBM di Cianjur bisa menjadi lembaga yang dipercaya masyarakat. Pemerintah kabupaten siap berkolaborasi membantu sarana dan prasarana untuk PKBM.

Sementara itu, Ketua DPD FK PKBM Kabupaten Cianjur, Deni Abdul Kholik, menjelaskan FK PKBM merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang didirikan pada 29 Desember 2002. Keberadaannya mulai dari di tingkat pusat, provinsi, hingga ke kabupaten dan kota.

“Tugas dan peran FK PKBM salah satunya menjalin komunikasi antar-PKBM serta menjadi penghubung antara PKBM dan pemerintah daerah melalui Disdikpora. Kemudian membantu menyampaikan informasi program pemerintah, mengoordinasikan kegiatan bersama, rapat, pelatihan, seminar, bimtek dan lainnya,” ungkapnya.

Keanggotaan FK PKBM diisi para kepala sekolah dan pengelola PKBM dan SKB. PKBM dan SKB menyelenggarakan pendidikan nonformal Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), Paket C (setara SMA), serta kursus dan pelatihan keterampilan pendidikan keaksaraan pendidikan pemberdayaan masyarakat.

Hingga 2024, jumlah PKBM yang sudah terakreditasi sebanyak 83 lembaga. Pada akhir 2025 jumlahnya bertambah menjadi 251 PKBM dari jumlah total sebanyak 369 lembaga dan 1 SKB.

“Sementara penerima Bantuan Operasional Sekolah Penyelengaraan sebanyak 347 lembaga yang tersebar di 32 kecamatan di Cianjur,” imbuhnya.

Deni berharap kegiatan bimtek ini dapat meningkatkan tata kelola lembaga PKBM yang berkualitas, peningkatan sumber daya manusia kepala sekolah, serta operator dan tutor.

“Harapan kami, keberadaan PKBM dan SKB tentunya dapat membantu meningkatkan IPM di Kabupaten Cianjur,” tandasnya.(*)

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *