CIANJUR— Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nurul Fata, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, terus berupaya memperkuat layanan pendidikan nonformal melalui kegiatan pembelajaran tatap muka di kelompok belajar Pondok Pesantren Walisongo.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses pendidikan kesetaraan bagi masyarakat, khususnya warga belajar yang menempuh pendidikan melalui program Paket A, Paket B, dan Paket C.
Pembelajaran tatap muka memberikan kesempatan kepada warga belajar untuk berinteraksi secara langsung dengan tutor, memahami materi pelajaran secara lebih mendalam, serta berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan materi pembelajaran.

Selain mendukung pencapaian kompetensi akademik, kegiatan belajar di lingkungan pondok pesantren juga diharapkan dapat memperkuat pembentukan karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai moral warga belajar.
Kepala PKBM Nurul Fata, Deni Abdul Kholik, menyampaikan pelaksanaan pembelajaran di kelompok belajar merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mendekatkan layanan pendidikan kepada masyarakat.
Menurut dia, pendidikan kesetaraan memiliki peran strategis dalam memberikan kesempatan kedua bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal agar tetap dapat memperoleh layanan pendidikan.
“ Melalui kegiatan pembelajaran tersebut, PKBM Nurul Fata berupaya menciptakan suasana belajar yang kondusif, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan warga belajar,” paparnya.

Keberadaan kelompok belajar di lingkungan pondok pesantren juga menjadi bentuk kolaborasi dalam memperluas jangkauan pendidikan nonformal. “ Dengan demikian, masyarakat dapat mengakses pendidikan tanpa harus meninggalkan lingkungan tempat tinggal maupun aktivitas kesehariannya,” tuturnya.
Pendidikan kesetaraan yang diselenggarakan PKBM tidak hanya berorientasi pada penyelesaian jenjang pendidikan, tetapi juga diharapkan mampu membekali warga belajar dengan pengetahuan, keterampilan, serta kepercayaan diri untuk meningkatkan kualitas hidup.

Ke depan, penguatan pembelajaran tatap muka dan pendampingan tutor diharapkan dapat mendorong partisipasi warga belajar, meningkatkan kualitas proses pembelajaran, serta berkontribusi terhadap peningkatan rata-rata lama sekolah dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Cianjur.

“ Melalui langkah tersebut, PKBM Nurul Fata menegaskan peran pendidikan nonformal sebagai bagian dari upaya mewujudkan layanan pendidikan yang lebih inklusif dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat,” imbuhnya.(**)



Tinggalkan Balasan