IPI Cianjur Perkuat Profesionalisme Penilik, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Nonformal

|

17 Views

CIANJUR-  Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Cabang Kabupaten Cianjur menggelar rapat koordinasi (rakor) di Gedung Guru Kecamatan Campaka, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat profesionalisme penilik sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan nonformal di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Rakor tersebut dihadiri para penilik dari berbagai kecamatan di Kabupaten Cianjur. Pertemuan ini dimanfaatkan untuk menyelaraskan program kerja, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memperkuat peran penilik dalam melakukan pembinaan dan pengendalian mutu pendidikan nonformal.

Ketua IPI Kabupaten Cianjur, H Rudi Hermawan, S.Pd., mengatakan, tantangan pendidikan pada era transformasi menuntut penilik untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Menurut dia, peran penilik tidak cukup hanya berorientasi pada pengawasan administrasi. Penilik juga perlu menjadi mitra strategis bagi satuan pendidikan dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan memastikan program pendidikan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Profesionalisme ketugasan harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas yang berkelanjutan. Seorang penilik harus mampu membaca data, melakukan asesmen yang objektif, serta memberikan pendampingan yang humanis dan solutif bagi para pendidik dan warga belajar,” katanya.

Evaluasi dampak program pendidikan

Menurut Rudi, salah satu fokus pembahasan dalam rakor adalah penguatan lembaga pendidikan nonformal (PNF), yang mencakup pendidikan anak usia dini (PAUD) nonformal, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), serta Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP).

Dalam kegiatan tersebut, para penilik juga mendapatkan penguatan pemahaman mengenai evaluasi dampak (impact evaluation). Pendekatan ini diarahkan untuk menilai manfaat nyata program pendidikan nonformal bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan administrasi.

Evaluasi diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai kontribusi program pendidikan kesetaraan, kursus keterampilan, dan pendidikan kecakapan hidup (life skills) terhadap peningkatan kompetensi, kemandirian ekonomi, serta pemberdayaan masyarakat.

Selain itu, evaluasi program juga menjadi salah satu upaya untuk melihat peran pendidikan nonformal dalam memperluas akses pendidikan dan membantu mengatasi persoalan anak putus sekolah.

Dengan pendekatan tersebut, hasil pembinaan dan evaluasi diharapkan dapat menjadi dasar bagi lembaga pendidikan untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Perkuat koordinasi dan pendampingan

Rakor juga diisi dengan diskusi kelompok berdasarkan wilayah binaan. Dalam sesi ini, para penilik bertukar pengalaman dan praktik baik (best practices) mengenai pelaksanaan pembinaan serta berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.

Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian di antaranya aksesibilitas layanan pendidikan nonformal dan digitalisasi data kelembagaan. Kedua aspek tersebut dinilai penting dalam mendukung efektivitas pembinaan, ketepatan informasi, dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Melalui diskusi tersebut, para penilik diharapkan dapat mengembangkan pendekatan pendampingan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan setiap lembaga binaan.

Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari itu ditutup dengan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas laporan evaluasi berbasis bukti (evidence-based). Hasil evaluasi diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan langkah pembinaan dan rekomendasi kebijakan.

Sinergi antara IPI, Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, dan pemerintah kecamatan juga dinilai penting untuk memastikan program pembinaan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Melalui rakor tersebut, IPI Kabupaten Cianjur diharapkan semakin memperkuat peran penilik sebagai mitra peningkatan mutu pendidikan nonformal.

Dengan pengawasan yang objektif, pendampingan yang berkelanjutan, serta evaluasi yang terukur, lembaga pendidikan nonformal diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Cianjur, khususnya dalam memperluas kesempatan belajar, meningkatkan keterampilan, dan mendorong kemandirian masyarakat. (**)

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *